SehatKita

SehatKita adalah blog yang membahas mengenai informasi kesehatan, tips kesehatan dan seputar dunia kesehatan mulai dari medis hingga tips alami.

Beranda / Bahaya / Bahaya, Tidur Ngorok Dapat Menurunkan Produktivitas Kerja

Bahaya, Tidur Ngorok Dapat Menurunkan Produktivitas Kerja

Hayo, siapa yang kalau tidur suka mengorok? Ternyata kebiasaan buruk ini yakni tidur ngorok atau mendengkur dapat menurunkan tingkat produktivitas dan kualitas pekerjaan dalam sehari-hari. Mengorok yang dapat menyebabkan hal tersebut dikenal dengan Obstructive Sleep Apnea.

Bahaya, Tidur Ngorok Dapat Menurunkan Produktivitas Kerja

Obstructive Sleep Apnea adalah terjadinya pensumbatan saluran napas ketika tidur. Keadaan ini membuat aliran udara berkurang atau berhenti. Kondisi ini, berakibat penurunan jumlah oksigen di dalam tubuh tak bisa dihindari lagi. Akibat peristiwa tersebut, penderita Obstructive Sleep Apnea sering kali mengalami keluhan yang turut mengganggu produktivitas dan kualitas perkejaannya.

Penurunan produktivitas dan kualitas kerja dalam sehari-hari pada orang penderita Obstructive Sleep Apnea ini terjadi karena mereka mengalami gejala-gejala seperti berikut ini:

 Mengantuk berlebihan saat siang hari

Keluhan yang umum dialami oleh penderita Obstructive Sleep Apnea ialah rasa ngantuk yang berlebihan di siang hari. Hal ini terjadi karena kadar oksigen darah penderita Obstructive Sleep Apnea cenderung rendah akibat pasokan oksigen yang terganggu selama tidur malam.

Kesulitan berkonsentrasi saat siang hari

Kekurangan pasokan oksigen, tidak hanya menyebabkan ngantuk, tapi juga menurunnya konsentrasi di siang hari. Akibatnya, pekerjaan-pun menjadi terhambat karena kondisi ini.

Mengorok dengan suara keras

Mengorok dengan suara yang keras merupakan salah satu tanda Obstructive Sleep Apnea. Oleh karena itu, penderita Obstructive Sleep Apnea bisa sangat menganggu dan menurunkan kualitas tidur rekan sekamarnya.

Terhentinya napas ketika tertidur

Obstructive Sleep Apnea juga dapat menyebabkan terhentinya pernapasan sehingga aliran oksigen yang masuk ke dalam tubuh terputus di tengah jalan.

Bangun tidur dengan mulut kering

Akibat mengorok, mulut penderita Obstructive Sleep Apnea cenderung akan kering ketika bangun pagi hari. Ini karena mengorok membuat udara masuk melalui mulut, sehingga air liur yang ada di dalam rongga mulut dapat mengering.

Tekanan darah tinggi

Seorang penderita Obstructive Sleep Apnea, berisiko mengalami tekanan darah tinggi lebih besar. Mereka juga lebih mudah untuk mengalami komplikasi berupa penyakit pembuluh darah mematikan.

Mengatasi Obstructive Sleep Apnea

Sederet peristiwa di atas dapat menyebabkan gangguan produktivitas hingga menurunkan kualitas pekerjaan. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Lakukan hal berikut ini, untuk mencegah hal-hal negatif yang diakibatkan oleh Obstructive Sleep Apnea.

Pola hidup sehat

Salah satu faktor risiko Obstructive Sleep Apnea adalah berat badan berlebih. Karena itulah, Anda untuk mencoba mengurangi berat badan dengan berolahraga secara rutin dan teratur. Di samping itu, Anda juga wajib menjauhi kebiasaan merokok dan meminum alkohol dan beristirahat cukup setiap hari.

Penggunaan positive airway pressure

Apabila menderita Obstructive Sleep Apnea, Anda dapat menggunakan alat positive airway pressure. Alat ini dapat mengirimkan udara dengan tekanan positif untuk membuka saluran pernapasan Anda.

Pembedahan

Jika penyebab Obstructive Sleep Apnea Anda adalah gangguan anatomi rongga mulut, terapi pembedahan dapat dipilih sebagai solusinya. Konsultasikan hal ini pada dokter yang menangani Anda.

Jangan biarkan kebiasaan buruk ini menurunkan produktivitas dan kualitas pekerjaan Anda. Segera berobat ke dokter, agar masalah Obstructive Sleep Apnea yang dialami bisa segera teratasi.
SehatKita

 
Copyright © 2018 SehatKita - All right reversed | Powered by Blogger